Subusallam – sosok Mayat Ditemukan mayat laki-laki ditemukan mengapung di Krueng Aceh, tepatnya di bawah Jembatan Peunayong, Kota Banda Aceh
Korban Identitas:
-
Nama: Azhari
-
Domisili: Gampong Lambadeuk, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar
Aksi Penemuan dan Evakuasi:
sosok Mayat Ditemukan Penemuan berawal dari warga bernama Ismed (65) yang melihat mayat tersangkut di bawah jembatan. Ia kemudian melaporkan ke polisi, bersama seorang nelayan, dan bersama Bripka Mauri Erfansyah mengevakuasi korban menggunakan sampan kecil meski sempat kesulitan karena arus deras
Barang Temuan di TKP:
Lanjutan Proses Tindak Lanjut:
ihak berwenang langsung berkoordinasi dengan Polsek Peukan Bada untuk menyerahkan jenazah kepada keluarga korban
Baca Juga: Harta Kekayaan Irvian Bobby, Cuma Punya 1 Rumah dan Mobil, Terima Uang Rp 69 Miliar OTT Kemnaker
sosok Mayat Ditemukan Terdampar Nasib a la Peunayong
**1. Awal yang Memprihatinkan
Bayangkan sore yang tenang lalu tiba-tiba seorang warga melihat sosok tak bernyawa terbawa arus di bawah jembatan—baik, tenang, tapi sedih.
2. Evakuasi Penuh Tantangan
3. Identitas dan Misterinya
4. Prosedur Hukum dan Penghormatan
Petugas langsung mengarahkan jenazah ke rumah sakit, lalu menyerahkannya kepada keluarga melalui koordinasi antar polsek—proses resmi sekaligus penuh rasa hormat.
Sisi Lain Kisah: Refleksi & Pesan
| Aspek | Inti Poin |
|---|---|
| Kepekaan Sosial | Peran warga seperti Ismed menegaskan pentingnya respons dan empati masyarakat. |
| Tantangan Infrastruktur | Sungai yang deras dan lokasi tersembunyi menghambat evakuasi—menyoroti perlunya kesiapsiagaan di area rawan. |
| Informasi Identitas | Penemuan surat berharga penting di dekat jenazah menghindarkan dari ketidakpastian: korban bisa segera dikenali. |
| Koordinasi Lintas Sektor | Eksekusi profesional oleh aparat menunjukkan sistem prosedur yang berjalan. |
Penutup: Sebuah Cerita di Bawah Jembatan Peunayong
Riak di permukaan air yang membawa jejak tak hanya benda—tapi cerita hidup seseorang yang berakhir serta merta di sebuah sungai. Dari peran warga hingga ketegangan evakuasi dan proses lanjut, ini kisah penuh nuansa: kemanusiaan, prosedur, dan misteri yang terpotong sambil mencari jawaban.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUDZA Banda Aceh untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di tempat tersebut, petugas menemukan sejumlah barang penting di dekat jenazah: dompet dengan beragam dokumen seperti KTP dan STNK, sapu tangan, serta surat pengurusan akta kelahiran. Identitas yang tercantum di KTP menunjukkan bahwa korban bernama Azhari, warga Gampong Lambadeuk, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar











