1. Perkuat Ketahanan Pangan Latar Belakang dan Konteks
Subusallam Perkuat Ketahanan Pangan menjadi isu strategis akibat dinamika global—perubahan iklim, gangguan rantai suplai, hingga tantangan pasokan nasional. Pemerintah menetapkan program Asta Cita untuk meningkatkan kedaulatan pangan, termasuk peran aktif TNI dalam akselerasi produksi lokal
Di tengah kondisi tersebut, Kodim 0107/Aceh Selatan bergerak cepat membentuk gugus tugas bertahap—melalui pembentukan Kompi Produksi Ketahanan Pangan (per 7 Juli 2025), serta koordinasi aparat Babinsa–untuk menjawab tuntutan kesiapan pangan di level regional
2. Pembentukan Kompi Produksi Ketahanan Pangan
Pada Senin, 7 Juli 2025, Letkol Inf Faiq Fahmi, komandan Kodim 0107, secara resmi mendirikan kompi yang fokus pada:
-
Pertanian: pemanfaatan lahan 5 hektare di Koramil 11/Kluet Tengah untuk menanam komoditas strategis;
-
Peternakan: pengembangan ternak sebagai sampingan pangan;
-
Perikanan: budidaya ikan air tawar di kolam produktif dan edukatif
Letkol Faiq Fahmi menjelaskan, kompi tersebut tidak hanya menanam, membudidaya, dan memproduksi, tetapi juga menjadi media pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri di bidang pangan
Baca Juga: KD Siap Jadi Mahasiswa Universitas Terbuka, Ini Alasannya Ingin Kuliah di Usia 50 Tahun
3. Kolam Ikan Edukatif & Produktif
Sebagai bagian dari unit perikanan, Kodim mendirikan kolam ikan edukatif di area kompi produksi. Tujuannya:
-
Menambah asupan protein bagi masyarakat dan prajurit.
-
Menjadi media pelatihan budidaya lele dan nila bagi warga sekitar—khususnya pelajar.
-
Menjadi model budidaya skala kecil di pekarangan rumah
Program ini diproyeksikan agar masyarakat meniru dan mengembangkan di lahan mereka, memupuk kemandirian pangan lokal.
4. Peran Sentral Babinsa & Sinergi di Lapangan
Setelah pembentukan kompi, Babinsa dari berbagai Koramil turun langsung:
-
Melakukan pendampingan tahap demi tahap—dr. pembibitan padi hingga panen dan pemasaran
-
Agar para petani dan nelayan merasa diberdayakan dan didukung secara intensif
-
Babinsa bahkan terlibat dalam dengan kegiatan panen, membajak, dan merontokkan padi
-
Khususnya di Labuhanhaji Tengah (Koramil 02), Kopda Rano Pranoto turun langsung pengolahan lahan dan tanam padi (7 Agustus 2025)
Langkah ini menegaskan bahwa TNI bukan sekadar penjaga pertahanan, tetapi juga pendorong produktivitas desa.
5.Perkuat Ketahanan Pangan Dampak Program & Penerapan Lapangan
Beberapa indikator keberhasilan:
-
Lahan produktif meningkat: pembukaan lahan sawah baru (0,5 ha oleh Koramil 05/Samadua)
-
Panen padi bersama di Samadua (18 Juni 2025) menunjukkan sinergi positif antara TNI, pemerintah desa, dan petani
-
Peningkatan kepercayaan petani: warga menyatakan merasa sangat terbantu dan lebih termotivasi
-
Edukasi lanjutan: perawatan jagung dan kacang tanah di Kluet Timur pada Juni–Desember 2024 & 2025
6. Strategi Koordinasi Gugus Tugas
Koordinasi berjalan melalui struktur berjenjang:
-
Dandim (Letkol Inf Faiq Fahmi) sebagai pusat kebijakan dan resource.
-
Koramil sebagai level pelaksananya di tingkat kecamatan dan desa.
-
Babinsa sebagai pelaku langsung di lapangan.
-
Sinergi lintas instansi: melibatkan PPL, Dinas Pertanian, perangkat desa, hingga BPP dalam fase panen dan penyuluhan
7.Perkuat Ketahanan Pangan Nilai Tambah & Harapan ke Depan
-
Komitmen TNI modern: menegaskan peran TNI-AD tidak hanya di medan perang, tetapi juga sektor produktif untuk kesejahteraan rakyat Contoh teladan: program seperti kolam ikan dan demo lapangan memberi inspirasi untuk mereplikasi di daerah lain.
-
Ketahanan jangka panjang: pendampingan terus menerus meningkatkan kesiapan pangan terhadap guncangan eksternal seperti pandemi, inflasi, dan krisis global.
8. Tantangan & Rekomendasi
Beberapa kendala potensial namun bisa diatasi:
| Tantangan | Rekomendasi |
|---|---|
| Skala lahan terbatas (5 ha) | Perlu replikasi dan kolaborasi lahan di masyarakat desa. |
| Kapasitas SDM petani | Tingkatkan pelatihan teknis dan ilmu budidaya. |
| Pendanaan & suport logistis | Pemda dan stakeholder diminta memberi dukungan lanjutan. |
9. Kesimpulan
Program gugus tugas ketahanan pangan Kodim Aceh Selatan dengan membentuk Kompi Produksi, membangun kolam ikan edukatif, serta pendampingan intensif oleh Babinsa, terbukti menjadi langkah nyata TNI mendukung Asta Cita nasional. Keberhasilan awal—melalui panen, motivasi petani, dan keharmonisan sinergi—membuka peluang perluasan program ke kecamatan dan kabupaten lain.
10. Kutipan Komandan
Program ini adalah bentuk nyata bahwa TNI hadir tidak hanya dalam tugas-tugas pertahanan, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat”











