Siaga Subulussalam Tetapkan Status Siaga Setelah Hujan Lebat Guyur Wilayah Berjam-jam
Subusallam – Siaga Subulussalam Curah hujan tinggi yang terjadi sejak dini hari membuat sejumlah wilayah di Kota Subulussalam berada dalam kondisi siaga. Hujan lebat yang berlangsung hingga berjam-jam menyebabkan debit air sungai meningkat dan beberapa titik rawan banjir mulai terendam.
Menurut laporan warga, genangan mulai terlihat di beberapa kecamatan seperti Simpang Kiri dan Sultan Daulat. Tingginya curah hujan juga membuat aliran parit tersumbat akibat luapan air yang tak tertampung.
Pemerintah Kota Subulussalam melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan daerah dataran rendah untuk tetap waspada. Tim reaksi cepat telah disiagakan di sejumlah titik untuk melakukan langkah evakuasi jika diperlukan.
Selain itu, BPBD juga meminta warga menghindari aktivitas di luar ruangan yang berpotensi membahayakan, seperti melintasi jalan berlubang, sungai meluap, atau daerah yang berisiko longsor. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun pemantauan terus dilakukan.
Di Balik Hujan Lebat Subulussalam: Cerita Warga yang Tetap Bertahan
Subulussalam – Hujan lebat yang mengguyur Subulussalam sejak pagi membuat banyak warga terpaksa menahan aktivitas mereka. Namun, di balik cuaca ekstrem tersebut, terdapat kisah-kisah warga yang tetap bertahan menjalani rutinitasnya.
Salah satunya Rahman, seorang pedagang sayur keliling di Kecamatan Rundeng. Meski hujan tak kunjung reda, ia tetap berkeliling menggunakan jas hujan tipis dan sepeda motornya. Menurutnya, banyak warga yang justru membutuhkan bahan makanan lebih banyak saat cuaca buruk.
“Kalau saya tidak keliling, mereka mau beli ke mana? Jadi tetap saya jalani meski hujan,” ujar Rahman.
Sementara itu, anak-anak di beberapa desa tampak justru menikmati momen langka, bermain di bawah rintik hujan meski diawasi ketat orang tua mereka. Di sisi lain, para ibu rumah tangga sibuk mengantisipasi masuknya air ke dalam rumah dengan menyiapkan karung pasir di depan pintu.
Meskipun suasana tampak penuh tantangan, kebersamaan dan kepedulian antarwarga membuat situasi tetap terkendali. Inilah potret Subulussalam, kota kecil yang tak pernah kehilangan semangat meski diguyur hujan tanpa henti.
Baca Juga: Pengurus MPD Pidie 2025 2030 Dikukuhkan
Curah Hujan Tinggi di Subulussalam: Tanda Perubahan Iklim Mulai Terasa?
Hujan lebat yang kembali mengguyur Subulussalam dan membuat status siaga diberlakukan memunculkan pertanyaan baru: apakah pola cuaca ekstrem ini merupakan dampak dari perubahan iklim?
Pengamat lingkungan lokal menyebutkan bahwa intensitas hujan yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya pergeseran musim.
Daerah yang sebelumnya jarang terdampak banjir kini mulai mengalami genangan, sedangkan kawasan perbukitan menjadi lebih rentan terhadap longsor.











