Sambut Ramadhan Ribuan Warga Padati Festival Perang Ketupat di Pantai Pasir Kuning
Subusallam – Sambut Ramadhan Ribuan Warga Festival Perang Ketupat yang digelar di Pantai Pasir Kuning, Sidoarjo telah menjadi salah satu tradisi yang sangat dinanti-nanti oleh warga setiap tahun, terutama menjelang bulan Ramadhan. Tahun ini, acara tersebut kembali menyedot perhatian ribuan pengunjung yang datang untuk merayakan kebersamaan, kehangatan, dan semangat Ramadhan melalui kegiatan yang unik dan penuh keceriaan ini.
Festival yang memadati tepi pantai ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang tradisi, tetapi juga menjadi cara bagi masyarakat untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh suka cita. Ketupat, sebagai simbol dari perayaan Lebaran dan kehidupan yang penuh berkah, menjadi pusat perhatian dalam festival yang digelar setiap tahunnya ini.
Festival yang Penuh Semangat dan Keakraban
Sejak pagi hari, Pantai Pasir Kuning telah dipadati oleh ribuan warga yang datang dari berbagai daerah. Mereka berkumpul dengan antusias untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan, dimulai dari lomba makan ketupat, perang ketupat, hingga berbagai permainan tradisional yang mengundang tawa dan kegembiraan.
Perang ketupat menjadi acara utama yang sangat ditunggu-tunggu oleh peserta. Ribuan ketupat yang terbuat dari daun kelapa dan berisi beras itu dibagikan kepada peserta yang kemudian saling melemparkan ketupat satu sama lain di pantai yang sudah dibersihkan. Momen ini penuh dengan tawa dan canda, karena warga yang saling melempar ketupat dengan penuh semangat dan energi. Seru, penuh tawa, dan pastinya menambah keakraban antarwarga yang berasal dari latar belakang yang berbeda.
Dika, 28 tahun, salah satu peserta festival, mengungkapkan perasaannya dengan semangat. “Ini tradisi yang selalu saya tunggu-tunggu setiap tahun. Momen perang ketupat di sini sangat seru, karena selain bisa mengenal lebih banyak teman, juga menjadi cara menyambut Ramadhan dengan penuh kebahagiaan,” ujarnya dengan senyum lebar.
Baca Juga: Tambang Rakyat di Lebong Hasilkan 25 kg Emas per Bulan Gubernur Helmi Hasan Janji Kawal Perizinan
Makna Ketupat dalam Tradisi Ramadhan
Ketupat, yang biasanya dianggap sebagai makanan khas yang banyak disajikan saat Hari Raya Idul Fitri, memiliki makna mendalam bagi masyarakat Indonesia, khususnya saat memasuki bulan Ramadhan. Masyarakat meyakini bahwa ketupat bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga melambangkan persatuan, kebersamaan, dan pengorbanan. Ketupat yang terbuat dari beras ini menggambarkan proses perjuangan dalam menjalani bulan puasa yang penuh dengan kesabaran, serta saling berbagi kebahagiaan saat hari kemenangan tiba.
Festival ini juga menjadi cara untuk memperkenalkan kepada generasi muda mengenai tradisi budaya yang sudah ada sejak lama dan masih dilestarikan hingga kini. Rina, 35 tahun, seorang warga Sidoarjo yang datang bersama keluarganya, mengungkapkan bahwa dia ingin anak-anaknya bisa merasakan langsung kebersamaan yang ada dalam perayaan ini. “Bagi saya, ini adalah cara untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya tradisi dan kebersamaan, serta menyambut Ramadhan dengan penuh sukacita,” katanya.
Sambut Ramadhan Ribuan Warga Ragam Kegiatan yang Memeriahkan Festival
Tak hanya perang ketupat, berbagai kegiatan menarik juga memeriahkan festival ini. Pengunjung dapat menikmati lomba makan ketupat, yang memacu para peserta untuk berlomba cepat menghabiskan ketupat sambil tertawa. Ada pula pentas seni yang menampilkan musik tradisional, tarian daerah, hingga lomba-lomba khas Ramadhan yang mengundang antusiasme dari semua kalangan usia.
Selain itu, banyak juga stand kuliner yang menyajikan berbagai makanan khas daerah, seperti sate, nasi goreng, dan tentunya ketupat yang menjadi menu utama. Suasana semakin meriah dengan adanya pameran kerajinan tangan dan produk lokal yang dapat dinikmati oleh pengunjung, memberikan nuansa budaya lokal yang begitu kental.
Pesan Sosial dalam Festival Perang Ketupat
Festival ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga mengandung pesan sosial yang sangat kuat. Masyarakat diingatkan untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan gotong royong, yang merupakan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Dalam Festival Perang Ketupat, tidak ada sekat antara pemerintah, warga, dan pengunjung. Semua hadir untuk merayakan kebahagiaan yang terwujud melalui kebersamaan dan kehangatan yang tercipta sepanjang festival.
Bupati Sidoarjo, Dr. Saiful Ilah, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam festival ini. “Festival ini bukan hanya menjadi ajang untuk menyambut Ramadhan, tetapi juga menjadi simbol kekuatan kebersamaan dalam masyarakat. Kita ingin terus melestarikan tradisi seperti ini, yang membawa kebahagiaan bagi semua orang,” kata Saiful Ilah dalam sambutannya.











