Pengurus MPD Pidie 2025 2030 Resmi Dikukuhkan, Dorong Penguatan Tata Kelola Pendidikan Dayah
Subusallam — Pengurus MPD Pidie 2025 Upaya memperkuat tata kelola dan kualitas pendidikan dayah di Kabupaten Pidie mendapat energi baru dengan dikukuhkannya Pengurus Majelis Pendidikan Daerah (MPD) periode 2025–2030. Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum strategis bagi dunia pendidikan berbasis keagamaan di daerah tersebut.
Dalam acara yang dihadiri Pemerintahan
masyarakat, dan para pimpinan dayah, pengurus baru secara resmi menerima amanah untuk melanjutkan program pengembangan dayah, meningkatkan kualitas sumber daya tenaga pengajar, serta memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tradisional dan pemerintah daerah.
Ketua MPD Pidie yang baru dilantik dalam sambutannya
menyampaikan bahwa MPD ke depan akan lebih fokus pada penguatan kurikulum, peningkatan kapasitas guru, serta digitalisasi administrasi dayah tanpa menghilangkan karakter dan tradisi keilmuan yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara dayah dan pemerintah perlu ditingkatkan agar lembaga pendidikan Islam dapat beradaptasi dengan tantangan zaman.
Baca Juga: Gaza di Persimpangan Antara Puing Politik dan Harapan
Pemerintah Kabupaten Pidie dalam kesempatan tersebut
menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program MPD, termasuk dalam fasilitasi sarana-prasarana, peningkatan kompetensi guru, serta penyusunan kebijakan yang berpihak pada pengembangan dayah sebagai pusat pembentukan karakter dan akhlak generasi muda.
Pengukuhan Pengurus MPD 2025–2030 ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai inovasi dan langkah percepatan pembangunan pendidikan dayah, sekaligus memperkuat peran Pidie sebagai salah satu daerah dengan tradisi pendidikan Islam yang kuat di Aceh.
Pengurus MPD Pidie 2025 Visi Baru, Arah Baru
Dalam sambutan perdananya, Ketua MPD Pidie periode 2025–2030 menegaskan bahwa kepengurusan kali ini hadir dengan visi besar: menjadikan dayah sebagai pusat pembelajaran yang adaptif, berkualitas, dan tetap berakar pada tradisi keilmuan salafus shalih.
Ia menekankan tiga fokus utama yang akan menjadi prioritas selama masa jabatan:
Penguatan kurikulum dayah yang lebih terstruktur tanpa meninggalkan manhaj keilmuan klasik.
Peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, termasuk program pelatihan metodologi mengajar dan integrasi literasi digital.
Modernisasi tata kelola dayah, termasuk penguatan administrasi, manajemen aset, dan sistem pelaporan yang lebih transparan.
Menurutnya, modernisasi bukan berarti merombak tradisi, melainkan memberikan dukungan agar dayah mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Pengurus MPD Pidie 2025 Sinergi Pemerintah dan Dayah
Pemerintah Kabupaten Pidie dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh terhadap MPD. Pemkab berkomitmen memberikan fasilitasi berupa:
peningkatan infrastruktur dayah,
penguatan anggaran pendidikan,
serta kemitraan dalam program pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan mutu pengajar.
Bagi Pemkab, dayah bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan juga benteng moral masyarakat Aceh. Karena itu, penguatan dayah dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk membina generasi yang berakhlak dan berpengetahuan.
Harapan Besar dari Para Ulama
Para ulama yang hadir memberikan harapan agar MPD menjadi wadah yang tidak hanya mengurus hal administratif, tetapi juga menjadi rujukan keilmuan dan pemandu kebijakan pendidikan dayah.
Mereka mengingatkan bahwa tugas MPD bukanlah tugas ringan. Pengurus harus mampu menjaga keseimbangan antara modernisasi dan kemurnian tradisi keilmuan Islam yang sudah diwariskan turun-temurun.
Sejumlah pimpinan dayah juga berharap agar program seperti beasiswa santri, publikasi kitab, peningkatan kualitas pengajaran nahwu-sharaf, dan penguatan usaha ekonomi dayah juga masuk dalam agenda kepengurusan kali ini.





