Dosen FKP USK Terapkan Teknologi Budidaya Lele dan Hidroponik di Dayah Aceh Besar: Inovasi untuk Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi
Subusallam – Dosen FKP USK Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan akan ketahanan pangan yang semakin mendesak, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Syiah Kuala (FKP USK) telah melaksanakan program pengabdian masyarakat yang inovatif di beberapa dayah (pondok pesantren) di Aceh Besar. Program ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan santri dan masyarakat sekitar dalam menerapkan teknologi budidaya ikan lele dan sistem hidroponik sebagai solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Mendorong Kemandirian Pangan Melalui Budidaya Lele
Salah satu fokus utama dari program ini adalah pengenalan teknologi budidaya ikan lele. Lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang populer di Indonesia karena pertumbuhannya yang cepat dan pemeliharaannya yang relatif mudah. Ikan lele juga memiliki nilai gizi tinggi, yang dapat mendukung asupan protein dalam makanan sehari-hari.
Di Dayah Aceh Besar, dosen FKP USK memulai dengan pelatihan kepada para santri dan masyarakat sekitar tentang cara-cara membudidayakan lele secara efektif. Program ini meliputi teknik-teknik dasar seperti pembuatan kolam budidaya yang ramah lingkungan, pemilihan bibit yang baik, pemberian pakan yang tepat, serta pengelolaan kualitas air dalam kolam. Dengan bantuan teknologi pemantauan kualitas air secara real-time, para peserta pelatihan dapat lebih mudah memantau dan menjaga kondisi kolam agar tetap ideal untuk pertumbuhan ikan.
“Dengan adanya budidaya lele, selain dapat memenuhi kebutuhan protein lokal, ini juga membuka peluang usaha baru bagi santri dan masyarakat sekitar untuk berwirausaha,” ujar Dr. Miftahul Jannah, salah satu dosen FKP USK yang terlibat dalam program ini. Menurutnya, budidaya lele dapat dijadikan sebagai usaha sampingan yang menguntungkan, bahkan menjadi industri rumah tangga yang berkelanjutan.
Baca Juga: Bupati Ayahwa Apresiasi Santri Aceh Utara yang Juara Ajar Kitab Kuning Nasional
Hidroponik Sebagai Solusi Bertani Ramah Lingkungan
Selain budidaya lele, teknologi hidroponik juga diperkenalkan kepada masyarakat di dayah tersebut. Dengan meningkatnya kebutuhan akan sayuran segar yang sehat, hidroponik menjadi solusi tepat untuk menghasilkan produk pertanian yang ramah lingkungan.
Ia menambahkan bahwa hidroponik juga memberikan kesempatan untuk mengurangi biaya operasional dalam bertani, karena tidak memerlukan lahan yang luas.
Dosen FKP USK Dampak Positif bagi Dayah dan Masyarakat
“Berkat pelatihan ini, kami sekarang memiliki sumber pendapatan baru dari hasil budidaya ikan lele dan sayuran hidroponik. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal dengan menciptakan lapangan pekerjaan.</p>
Dosen FKP USK Pendidikan Berkelanjutan dan Pengembangan Komunitas
Tak hanya berhenti pada pelatihan awal, dosen FKP USK juga menginisiasi program pendampingan yang berkelanjutan.
Program ini bertujuan agar masyarakat dapat secara mandiri mengelola hasil budidaya mereka tanpa tergantung pada bantuan eksternal.
Ke Depan: Kolaborasi Lebih Luas untuk Peningkatan Kesejahteraan
Program ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga-lembaga sosial lainnya.
Penutup
Dengan teknologi, semangat kewirausahaan, dan kerjasama yang baik, ketahanan pangan Aceh Besar dapat tercapai, dan lebih banyak dayah lainnya dapat mengikuti jejak ini untuk kemajuan yang lebih luas.










