1. Situasi Tak Kondusif, BEM SI Tunda Aksi di Jakarta – Siapkan Rencana Aksi Besok
Subusallam – Situasi tak Kondusif oleh BEM SI di Patung Kuda, Jakarta Pusat sempat memanas sejak hari pertama, Senin, 17 Februari 2025. Bentrokan muncul saat massa melempari polisi dengan botol, kayu, hingga membakar ban dan spanduk, serta mencoba menerobos barikade beton. Aksi itu berlangsung selama berjam-jam sebelum akhirnya dibubarkan sekitar pukul 20.20 WIB
Puncaknya terjadi pada Kamis, 20 Februari 2025, ketika BEM SI menganggap respon pemerintah masih belum memadai terhadap 13 tuntutan mereka. Maka dari itu, hari itu ditetapkan sebagai “aksi puncak”
Namun, pada Jumat, 21 Februari 2025, BEM SI memilih untuk tidak turun lagi. “Sesuai instruksi, aksi puncak adalah Kamis,” ujar Koordinator BEM SI, Herianto. Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara telah bertemu mahasiswa, sehingga kini tinggal mengawal komitmennya
2. Penundaan Sebuah Langkah Strategis
Penundaan aksi oleh BEM SI bukan karena kalah atau mundur, melainkan sebuah langkah strategis. Mereka menilai aksi Kamis adalah momentum utama, dan setelah jadwal itu, mereka perlu ‘mendinginkan’ situasi agar situasi kembali kondusif dan bisa lebih fokus mengawal janji pemerintah yang telah disampaikan ke massa aksi
Sebagai koordinator lapangan, Bagas Wisnu juga telah menyuarakan bahwa apabila tuntutan masih diabaikan, gelombang aksi akan meluas ke seluruh daerah di Indonesia
Baca Juga: Seorang Warga Aceh Barat Korban TPPO Dipulangkan dari Kamboja
3. Rencana Aksi Susulan: Apa yang Bisa Diharapkan Besok?
Meski menunda turun hari ini, “aksi susulan besok” tetap diupayakan. Strategi ini memungkinkan perbaikan sistem pengamanan, komunikasi massa, dan meredam potensi bentrokan.
Sebagaimana dibahas di artikel lain mengenai demo-presiden dan keamanan lapangan, langkah teknis seperti penertiban jam demo, jalur long march, atau titik konsentrasi bisa dirapatkan hari ini untuk dicek kesiapan besok
Menurut masukan dari diskusi di komunitas daring, aksi yang dimulai siang hari dan dibubarkan sebelum malam diyakini lebih aman agar tidak dimanfaatkan oleh provokator atau pihak yang merusak ketertiban
4. Situasi tak Kondusif Sikap dan Cara Demonstrasi yang Makin Terstruktur
Aktivis dan pengamat menyoroti bahwa demonstrasi mahasiswa kini lebih terfokus dan berhitung. Risiko citra buruk dan sulitnya mendapat simpati publik memaksa pendemo untuk lebih bijak dalam strategi aksi
Di lapangan, mahasiswa mulai mengadopsi pola aksi yang lebih aman: tidak malam-malaman, cepat membubarkan diri, dan selalu mengenali wajah serta titik pertemuan agar tidak mudah digerogoti oleh penyusup
5. Rangkuman Kronologi Singkat
| Waktu | Peristiwa Singkat |
|---|---|
| 17 Feb 2025 (Senin) | Demo “Indonesia Gelap” berlangsung di Patung Kuda, sempat ricuh |
| 20 Feb 2025 (Kamis) | Aksi puncak digelar, tuntutan masih belum ditindaklanjuti |
| 21 Feb 2025 (Jumat) | BEM SI tidak turun lagi. Fokus di pemantauan realisasi komitmen pemerintah |
| Besok (direncanakan) | Aksi susulan dipersiapkan dengan pendekatan lebih tenang dan terstruktur |
Kesimpulan
“Situasi kurang kondusif” bukan mengakhiri gerakan, melainkan menjadi pemicu refleksi dan perumusan ulang strategi oleh BEM SI. Penundaan hari ini memberi waktu untuk mengevaluasi dan mematangkan rencana aksi besok demi efektivitas serta kelancaran penyampaian aspirasi mereka.











