Profesor Tewas Ditembak Mati dari Dekat, Dalangnya Ternyata Mantan Istri dan Kekasihnya
Subusallam Profesor Tewas Ditembak Sebuah tragedi yang menggemparkan dunia akademik dan publik terjadi pekan ini setelah seorang profesor ternama ditemukan tewas ditembak dari jarak dekat di kawasan perumahan elit. Setelah penyelidikan intensif, polisi akhirnya berhasil mengungkap siapa otak di balik pembunuhan keji tersebut — bukan perampok, bukan pesaing bisnis, melainkan mantan istrinya sendiri, yang bekerja sama dengan kekasih barunya.
Peristiwa Penembakan
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, saat korban, yang diketahui bernama Prof. Dr. Indra Wibowo, pakar bioteknologi dari salah satu universitas ternama di Jakarta, baru saja pulang dari kampus. Ia ditemukan bersimbah darah di depan garasi rumahnya, dengan satu luka tembak di dada dan satu di kepala.
Kamera CCTV di sekitar lokasi merekam suara letusan senjata dan seorang pria misterius yang dengan cepat melarikan diri menggunakan sepeda motor tanpa plat nomor.
Warga yang mendengar suara tembakan segera menghubungi polisi. Tim forensik dan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan tiba di lokasi dan memulai penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada pembunuhan berencana.

Baca Juga: Telkomsel Bagikan Yamaha Aerox hingga Emas bagi Pemenang Juragan Internet Area Sumatera
Penelusuran Polisi: Benang Merah Terkuak
Setelah tiga hari penyelidikan, polisi berhasil menangkap pelaku eksekutor penembakan, seorang pria berinisial S, yang diketahui mantan narapidana kasus serupa. Dari pengakuannya, ia mengaku disewa oleh seorang wanita untuk melakukan aksi tersebut.
“Setelah pemeriksaan intensif, pelaku mengaku diperintah oleh seorang perempuan berinisial M. Kami kembangkan penyelidikan dan akhirnya menangkap M, yang ternyata adalah mantan istri korban,” ujar Kombes Pol Andi Prasetyo, Kapolres Jakarta Selatan, dalam konferensi pers, Jumat (19/7).
Yang lebih mengejutkan, dari hasil penyidikan lebih lanjut, M tidak sendiri. Ia bekerja sama dengan kekasih barunya, pria berinisial R, yang juga kini telah ditangkap.
Motif: Dendam dan Harta
Polisi menduga kuat motif pembunuhan adalah kombinasi antara dendam pribadi dan perebutan harta. Prof. Indra diketahui telah bercerai dengan M dua tahun lalu, namun mereka masih terikat dalam proses sengketa kepemilikan aset, termasuk rumah, lahan, dan tabungan miliaran rupiah.
“M mengaku sakit hati karena merasa tidak diberi bagian adil dari harta bersama. Ia lalu menjalin hubungan dengan R, dan mereka merencanakan pembunuhan agar bisa segera menguasai aset peninggalan korban,” ujar penyidik.
M dan R diketahui telah merancang pembunuhan ini selama beberapa bulan. Mereka menggunakan jaringan gelap untuk menyewa pembunuh bayaran, dengan imbalan puluhan juta rupiah.
Profesor Tewas Ditembak: Akademisi Cemerlang yang Dikenal Sederhana
Prof. Indra Wibowo, 54 tahun, dikenal sebagai akademisi yang rendah hati dan berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. Ia telah menulis puluhan jurnal ilmiah dan sering menjadi pembicara dalam forum ilmiah internasional.
Rekan-rekannya di kampus dan para mahasiswa menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergiannya. “Beliau bukan hanya guru, tapi juga sosok ayah bagi kami semua. Kami sangat kehilangan,” ujar Fira, mahasiswa bimbingan Prof. Indra.
Profesor Tewas Ditembak Proses Hukum dan Jerat Pasal
Kini, mantan istri dan kekasihnya telah ditetapkan sebagai tersangka utama. Keduanya dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup. Sementara eksekutor dijerat dengan pasal serupa.
Pihak keluarga korban menyatakan akan mengikuti proses hukum hingga tuntas dan berharap keadilan ditegakkan.
Penutup
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kekerasan akibat konflik pribadi bisa berujung tragis. Ketika dendam dan keserakahan bercampur, nyawa manusia menjadi taruhannya. Polisi mengimbau masyarakat agar menyelesaikan persoalan hukum dengan cara-cara damai dan tidak terjebak dalam jalan pintas yang merugikan banyak pihak.







