Daftar Maskapai yang Harganya Melonjak Dampak Perang AS–Israel vs Iran
Subusallam – Daftar Maskapai yang Harganya Konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari 2026 membawa dampak besar ke berbagai sektor global, termasuk industri penerbangan. Salah satu efek paling terasa adalah melonjaknya harga tiket pesawat di berbagai rute internasional.
Kenaikan ini tidak terjadi tanpa sebab. Lonjakan harga minyak dunia akibat terganggunya pasokan energi—terutama di Selat Hormuz—mendorong harga bahan bakar pesawat (avtur) naik drastis, bahkan mencapai dua kali lipat dalam waktu singkat.
Akibatnya, sejumlah maskapai dunia mulai menaikkan tarif tiket, menambahkan biaya bahan bakar, hingga mengubah rute penerbangan.
Maskapai yang Sudah Naikkan Harga Tiket
Berikut daftar maskapai yang diketahui telah menaikkan tarif atau memberikan sinyal kenaikan harga:
1. Cathay Pacific
Maskapai asal Hong Kong ini menjadi salah satu yang paling awal menaikkan biaya tambahan bahan bakar.
Mulai 18 Maret 2026, mereka menaikkan surcharge hingga lebih dari dua kali lipat untuk penerbangan jarak jauh.
Langkah ini diambil karena harga avtur global melonjak hampir dua kali lipat sejak perang dimulai.
Baca Juga: Purbaya Bantah Tudingan Ekonomi Morat marit Klaim Data Industri dan Konsumsi Menguat
2. Air India
Maskapai nasional India ini menerapkan kenaikan harga secara bertahap dalam tiga fase.
Kenaikan mencakup:
-
Penerbangan domestik
-
Asia Tenggara
-
Hingga rute Eropa dan Amerika Utara
Tambahan biaya bahkan mencapai ratusan dolar untuk rute jarak jauh.
3. Qantas Airways
Maskapai asal Australia ini secara resmi menaikkan tarif penerbangan internasional.
Kenaikan dipicu oleh:
-
Lonjakan harga bahan bakar hingga 150%
-
Tingginya permintaan rute Eropa
4. Air New Zealand
Maskapai ini juga ikut menaikkan harga tiket, bahkan menghentikan proyeksi keuangan 2026 karena ketidakpastian biaya.
Tambahan biaya diberlakukan untuk:
-
Rute domestik
-
Rute internasional pendek dan panjang
5. Scandinavian Airlines (SAS)
Maskapai asal Eropa ini menerapkan “penyesuaian harga sementara” akibat lonjakan biaya operasional.
Langkah ini diambil karena harga bahan bakar melonjak tajam dalam waktu singkat.
6. Air New Zealand & Qantas (Regional Asia-Pasifik)
Keduanya termasuk maskapai kawasan Asia-Pasifik yang paling terdampak dan telah menaikkan tarif sejak awal Maret 2026.
7. Maskapai Global Lain (Potensi Kenaikan)
Selain yang sudah resmi naik, sejumlah maskapai lain juga terdampak dan berpotensi menaikkan harga:
-
Finnair
-
Cathay Pacific (lanjutan penyesuaian)
-
Maskapai AS (melalui kenaikan tarif dasar)
Mengapa Harga Tiket Naik?
Ada tiga faktor utama:
1. Lonjakan Harga Avtur
Harga bahan bakar jet melonjak hingga:
-
56% dalam beberapa hari
-
Bahkan mencapai USD 150–200 per barel
Ini menjadi beban besar karena bahan bakar menyumbang hingga 40% biaya operasional maskapai.











