Tuduh Serangan yang Menyasar Sekolah Ulah Iran: “Mereka Sangat Tidak Akurat”
Subusallam – Tuduh Serangan yang Menyasar Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran. Trump menyebut insiden tersebut sebagai akibat dari ketidakakuratan persenjataan Iran.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One. Ia menegaskan bahwa berdasarkan informasi yang ia lihat, serangan yang menewaskan puluhan hingga ratusan korban tersebut kemungkinan besar dilakukan oleh Iran sendiri.
“Kami pikir itu dilakukan oleh Iran. Mereka sangat tidak akurat dengan persenjataannya. Mereka tidak memiliki akurasi sama sekali,” kata Trump dalam pernyataannya kepada media.
Tuduh Serangan yang Menyasar Serangan Sekolah Picu Kontroversi
Serangan tersebut dilaporkan menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di kota Minab, wilayah selatan Iran. Menurut otoritas Iran, serangan itu menewaskan lebih dari 150 orang, sebagian besar adalah anak-anak sekolah.
Peristiwa itu terjadi pada tahap awal eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Insiden tersebut langsung menuai kecaman internasional karena tingginya jumlah korban sipil, terutama anak-anak.
Namun, penyebab pasti serangan masih menjadi perdebatan. Beberapa laporan media internasional dan analisis citra satelit menunjukkan kemungkinan bahwa serangan tersebut berkaitan dengan operasi udara Amerika Serikat yang menargetkan fasilitas militer di dekat lokasi sekolah.
Baca Juga: Robert Downey Jr Resmikan Disney Adventure Kapal Pesiar Disney Pertama di Asia
Trump Bantah Keterlibatan AS
Meski sejumlah analisis awal mengarah pada kemungkinan keterlibatan militer Amerika Serikat, Trump secara tegas membantah bahwa negaranya bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Ia justru menuding bahwa Iran kemungkinan besar melakukan kesalahan dalam penggunaan persenjataan, yang menyebabkan proyektil atau serangan salah sasaran hingga mengenai sekolah.
Trump bahkan menilai bahwa ketidakakuratan teknologi militer Iran sering kali menjadi penyebab jatuhnya korban sipil dalam konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.
Pentagon Masih Menyelidiki
Sementara itu, pejabat pertahanan Amerika Serikat mengambil sikap lebih hati-hati. Menteri Pertahanan menyatakan bahwa Pentagon masih melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan siapa pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Penyelidikan ini mencakup analisis data radar, citra satelit, serta laporan dari berbagai sumber intelijen. Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat belum mengeluarkan kesimpulan resmi.
Dunia Internasional Desak Investigasi
Insiden serangan sekolah ini memicu kecaman luas dari organisasi internasional dan kelompok hak asasi manusia. Banyak pihak mendesak dilakukan penyelidikan independen untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Beberapa organisasi HAM menyebut serangan terhadap fasilitas sipil seperti sekolah sebagai kemungkinan pelanggaran hukum humaniter internasional jika terbukti disengaja atau dilakukan tanpa memperhatikan keselamatan warga sipil.











